Kemarin malam kali kedua aku masuk UGD karena Nyeri Haid (istilahnya dysmenorrhoea), yang pertama dulu sekitar bulan April 2007. Waktu itu diagnosis Dr. Aloysius SpOG, aku diduga menderita Endometriosis, hal ini karena dari beberapa kali USG tak pernah ada yang aneh di rahimku. Jadi yang paling mungkin memang Endometriosis (Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim -Tabloid Nova), Masalahnya kepastian Endometriosis hanya bisa diketahui dengan operasi Laparoskopi (salah satu cara untuk melihat isi perut secara langsung dan melakukan operasi kecil di dalamnya). Untuk sementara aku diberi terapi hormon dengan obat selama 2 bulan. Karena si Endometriosis ini hidup dengan hormon estrogen, maka obat tadi berfungsi menekan hormon estrogenku dan sedikit mengacaukan siklus haidku (Efek sampingnya saat terapi ini suaraku jadi lebih berat). Harapannya, dengan begitu sel - sel endometriosis tadi akan berkurang.
Ok, balik ke kejadian hari ini. Ditengah - tengah aktivitas olahragaku di tempat fitnes, aku merasa kembali rasa sakit menusuk - nusuk di bagian kanan perutku. Rasa sakit ini memang sudah timbul sejak hari Senin kemarin dan kusangka akan segera hilang mengingat masa haid-ku akan segera usai. Namun ternyata sore ini sakitnya tak tertahan lagi, aku pergi ke klinik kantor dan disuntik penghilang sakit. Bukannya berkurang, sakitnya semakin menjadi saat aku kembali ke ruangan rcd. Melihat aku semakin kesakitan, teman - teman rcd berinisiatif mengantarku ke rumah sakit. Sekitar jam 7.30 malam kami sampai di RS Tebet, ditemani Galuh, Riku dan Lia aku masuk ruang UGD. Disana aku kembali disuntik penghilang sakit, lalu kemudian aku dirujuk ke dokter kandungan. Setelah kuceritakan histori sakitku ini, lalu si dokter berkata 'Cuma satu obatnya'. Langsung saja kupotong dengan kata 'Nikah?', kalimat 'Nanti kalo udah nikah juga sembuh' hampir selalu kudengar setiap kali aku diperiksa oleh dokter kandungan sejak SMU dulu. Eh, tapi ternyata kali ini si dokter menggeleng sambil tersenyum. 'Bukan nikah, tapi HAMIL' lanjut si dokter. 'Terserah kamu nikah atau enggak, yang penting HAMIL' lanjutnya lagi. Yaelah dok.....
Dari beberapa dokter memang aku pernah dijelaskan bahwa cara paling alami untuk menghilangkan Endometriosis memang dengan hamil. Saat hamil hormon estrogen digantikan oleh hormon progesteron, sehingga sel - sel tadi akan mati sendirinya. Cuma dokter di RS Tebet ini sempat mengingatkan 'Obat yang paling ampuh memang hamil, tapi biasanya penderita Endometriosis susah untuk hamil'. Sempat ciut juga dengernya, tapi toh kalo memang itu terjadi Insya Allah aku siap menjalani laparoskopi. Lagipula bukankah tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT? Semoga saja setelah menikah nanti, aku tidak lagi menderita nyeri haid yang amat sangat ini... Amin...
4 Jan 2008
2 Jan 2008
Menikah di Bulan Safar
Baru saja kubercakap - cakap dengan teman sekantor mengenai rencana pernikahan kami (dengan pasangan masing2 tentunya ;p). Begini cuplikannya :
Me : Jadi kapan nih nikahannya?
Her : Bulan Maret
Me : Maret? Tanggal berapa?
Her : Tanggal 22
Me : Aku tanggal x (disensor dulu ya, biar surprise... halah;p)
Her : Aku juga awalnya tanggal segitu, tapi katanya ga baik nikah di bulan Safar
Me : Hehehe, iya sih pernah denger. Tapi aku percaya semua hari baik... (sok cool walo bertanya2 dalam hati. ;p)
Sebenernya mitos bulan safar udah lama aku denger, tapi karena di lingkungan keluargaku tak pernah ada istilah hari baik dan hari buruk jadi ya mitos tadi ga aku pikirin. Penentuan tanggal pernikahanku sendiri lebih karena waktu cuti calon suami dan kapan gedung yang kita taksir kosong. Secueknya diriku, ternyata obrolan tadi malah bikin aku penasaran untuk dapat informasi yang lebih lengkap tentang mitos tersebut... (Dasar Miss Curious!!! hehehe) Dengan bantuan om GOOGLE aku cari 'menikah di bulan safar'.
Ada beberapa artikel tentang mitos ini yang kubaca dan hasilnya cukup melegakan diriku... ;p
Artikel pertama adalah blognya- Kurawa 11, isinya :
"Termasuk perkara2 yg menodai tauhid adalah anggapan bhw menikah di bulan Safar adl kurang baik. Dan ini dalam ilmu Tauhid disebut dengan thiyarah atau tathayyur (merasa sial) yang dilarang dalam Islam." Dalilnya: "At-Thiyarah syirkun" (Thiyarah/merasa sial adalah syirik) -HR Ahmad
Dari sini aku berkunjung ke forum tanya jawab di situs www.pesantrenvirtual.com, nah disini juga ada jawabannya...
"Menurut Islam, semua hari adalah baik. Dulu pada jaman Jahiliyah, masyarakat Arab mempercayai bahwa menikah di bulan syawwal atau bulan-bulan haram seperti muharram akan mendatangkan malapetaka. Rasulullah s.a.w. kemudian mengikis kayakinan tersebut, beliau menikahi Aisyah r.a. pada bulan syawwal. Beliau juga menikahkan puterinya Fatimah pada bulan shafar dan sebagian riwayat mengatakan awal bulan Muharram."
Dengan niat suci kumantapkan hati ini...
Hanya pada-Mu ya Allah, kusandarkan hidup dan matiku...
Me : Jadi kapan nih nikahannya?
Her : Bulan Maret
Me : Maret? Tanggal berapa?
Her : Tanggal 22
Me : Aku tanggal x (disensor dulu ya, biar surprise... halah;p)
Her : Aku juga awalnya tanggal segitu, tapi katanya ga baik nikah di bulan Safar
Me : Hehehe, iya sih pernah denger. Tapi aku percaya semua hari baik... (sok cool walo bertanya2 dalam hati. ;p)
Sebenernya mitos bulan safar udah lama aku denger, tapi karena di lingkungan keluargaku tak pernah ada istilah hari baik dan hari buruk jadi ya mitos tadi ga aku pikirin. Penentuan tanggal pernikahanku sendiri lebih karena waktu cuti calon suami dan kapan gedung yang kita taksir kosong. Secueknya diriku, ternyata obrolan tadi malah bikin aku penasaran untuk dapat informasi yang lebih lengkap tentang mitos tersebut... (Dasar Miss Curious!!! hehehe) Dengan bantuan om GOOGLE aku cari 'menikah di bulan safar'.
Ada beberapa artikel tentang mitos ini yang kubaca dan hasilnya cukup melegakan diriku... ;p
Artikel pertama adalah blognya- Kurawa 11, isinya :
"Termasuk perkara2 yg menodai tauhid adalah anggapan bhw menikah di bulan Safar adl kurang baik. Dan ini dalam ilmu Tauhid disebut dengan thiyarah atau tathayyur (merasa sial) yang dilarang dalam Islam." Dalilnya: "At-Thiyarah syirkun" (Thiyarah/merasa sial adalah syirik) -HR Ahmad
Dari sini aku berkunjung ke forum tanya jawab di situs www.pesantrenvirtual.com, nah disini juga ada jawabannya...
"Menurut Islam, semua hari adalah baik. Dulu pada jaman Jahiliyah, masyarakat Arab mempercayai bahwa menikah di bulan syawwal atau bulan-bulan haram seperti muharram akan mendatangkan malapetaka. Rasulullah s.a.w. kemudian mengikis kayakinan tersebut, beliau menikahi Aisyah r.a. pada bulan syawwal. Beliau juga menikahkan puterinya Fatimah pada bulan shafar dan sebagian riwayat mengatakan awal bulan Muharram."
Dengan niat suci kumantapkan hati ini...
Hanya pada-Mu ya Allah, kusandarkan hidup dan matiku...
Label:
married
1 Jan 2008
Resolusi 2008 Bersama Keluarga...
Happy New Year!!!
Tadi malam untuk pertama kalinya aku mengajak keluargaku berkumpul di ruang keluarga untuk membuat Target 2008 (kerennya Resolusi! ;p). Trus setelah masing - masing nulis resolusinya di kertas, setiap anggota keluarga menceritakan isi resolusinya plus mengutarakan bantuan apa yang diminta dari anggota keluarga yang lain untuk mewujudkannya.
Papa, Mama & Riki cukup terbuka dan detil dalam menggambarkan target di tahun depan, tinggal Ryan 'si bungsu' yang masih agak jaim, namanya juga ABG... (pssst, sebenernya acara ini juga awalnya tercetus karena ingin denger mimpinya Ryan. Karena blakangan nyokap khawatir liat dia yang susah diajak ngobrol apalagi soal pelajaran / sekolah) Walo masih jaim, harapannya sih Ryan bisa belajar mengungkapkan pikiran & impiannya dari keterbukaan kami semalam...
Mmmm, ternyata berbagi target dengan keluarga sangat menyenangkan ya? Meski sudah sering melakukan sesi ini dengan teman - teman Siawer, melakukannya dengan keluarga tercinta tetap saja beda rasanya. Bukankah keluarga adalah orang terdekat yang akan mendukung segala target kta? ;)
Smoga tahun depan kami bisa berkumpul kembali untuk menceritakan pencapaian kami di tahun 2008 dan target selanjutnya di 2009... Amin...
Resolusiku di tahun 2008 :
1. Shalat diawal waktu
2. Olah raga teratur
3. Kontrol emosi lebih baik
4. Membentuk keluarga sakinah
5. Punya laptop sendiri
6. New job ;p
Tadi malam untuk pertama kalinya aku mengajak keluargaku berkumpul di ruang keluarga untuk membuat Target 2008 (kerennya Resolusi! ;p). Trus setelah masing - masing nulis resolusinya di kertas, setiap anggota keluarga menceritakan isi resolusinya plus mengutarakan bantuan apa yang diminta dari anggota keluarga yang lain untuk mewujudkannya.
Papa, Mama & Riki cukup terbuka dan detil dalam menggambarkan target di tahun depan, tinggal Ryan 'si bungsu' yang masih agak jaim, namanya juga ABG... (pssst, sebenernya acara ini juga awalnya tercetus karena ingin denger mimpinya Ryan. Karena blakangan nyokap khawatir liat dia yang susah diajak ngobrol apalagi soal pelajaran / sekolah) Walo masih jaim, harapannya sih Ryan bisa belajar mengungkapkan pikiran & impiannya dari keterbukaan kami semalam...
Mmmm, ternyata berbagi target dengan keluarga sangat menyenangkan ya? Meski sudah sering melakukan sesi ini dengan teman - teman Siawer, melakukannya dengan keluarga tercinta tetap saja beda rasanya. Bukankah keluarga adalah orang terdekat yang akan mendukung segala target kta? ;)
Smoga tahun depan kami bisa berkumpul kembali untuk menceritakan pencapaian kami di tahun 2008 dan target selanjutnya di 2009... Amin...
Resolusiku di tahun 2008 :
1. Shalat diawal waktu
2. Olah raga teratur
3. Kontrol emosi lebih baik
4. Membentuk keluarga sakinah
5. Punya laptop sendiri
6. New job ;p

